awal bulan ini sedang dihebohkan dgn dua buah berita tentang dua orang wanita, yg pertama adalah berita heboh dari Manohara Odelia Pinot..seorang (yg katanya) model cantik Indonesia berusia 17tahun yg mengalami penganiayaan (yg katanya disilet dadanya, cuma ini yg bikin gw ikutin perkembangan nih cewe..kali aja ntar dikasih lihat gambarnya..hohoho..) oleh suaminya seorang pangeran dari Malaysia..
awal berita heboh ini udah lebih dari sebulan yg lalu kayanya, ketika ibunya mengaku kalo anaknya diculik oleh pangeran (koq diculik ama suaminya sendiri ya?) dan udah kaya artis aja, tiap hari safari infotainment, ampe akhirnya mengundang banyak simpati..sempat menghilang gada kabarnya, tiba2 muncul lagi berita kalo Manohara dah bebas dan kembali ke ibunya..
tapi yg anehnya menurut gw adalah nih orang ga langsung visum tapi keliling2 stasiun tv tuk bikin konferensi pers..sangat aneh untuk seorang yg baru bebas dr penganiayaan tapi malah tebar pesona di tv-tv..jd inget kasus2 TKI yg jadi korban penganiayaan, gada tuh yg tebar pesona di tv-tv, gada yg senyum2 seneng dan cengengesan..benarkah dianiaya atau cuma mau cari popularitas dan jadi bintang iklan silet mungkin? :P anyway, let me called Manohara as Jelita!
wanita kedua bernama Prita Mulyasari, mencuat karena kasusnya dengan Rumah Sakit Omni International. bermula dari e-mail Ibu Prita berisi kekecewaan terhadap pelayanan RS tersebut tersebar ke masyarakat luas dan dianggap mencemarkan nama baik RS tersebut..hingga akhirnya kasus ini dibawa ke meja hijau oleh pihak RS, dan sempat ditahannya Ibu Prita selama 3minggu di LP Wanita sebelum diputuskan bersalah..belakangan, seiring dengan gencarnya dukungan dari berbagai pihak (termasuk capres2 yg menarik simpati) akhirnya Ibu Prita dikeluarkan dan "hanya" dikenakan tahanan kota..
"cuma" karena curhat via e-mail ke beberapa teman dekat, akhirnya dituntut dan dijebloskan ke penjara? apa segitu parahnya ampe curhat tentang perlakuan buruk aja ditahan tanpa ada putusan bersalah sebelumnya? ada yg salah dgn peradilan kita? sangat retoris tampaknya..
anyway, gw ngerasa bahwa sikap RS sangat arogan dalam melayani "komplain" dari pasiennya, bukannya menyelesaikan dgn baik2, malahan mengambil jalan hukum..overreacted! dan dengan sikapnya kaya gitu, besar kemungkinan RS ini bakal dijauhi oleh publik..yg sayangnya ketika kemaren gw lewat, rame bgt! entah oleh wartawan atau keluarga pasien yg menjemput pasien tuk segera pulang..hohoho..
tapi di sisi lain pun, dengan semakin cepat dan mudahnya penyebaran informasi melalui internet..agak riskan juga tampaknya menyampaikan keluhan ataupun komplain melalui internet..mungkin yg lebih aman adalah dengan menyampaikannya melalui surat kepada suatu harian..contoh buruknya adalah Ibu Prita yg hanyalah masyarakat biasa menghadapi kearoganan RS sebagai pihak yg memiliki banyak uang hingga (mungkin saja) bisa membeli hukum di negeri ini..so, let me called Ibu Prita as Jelata!
The choice is yours
20 jam yang lalu



2 comment(s):
yeah right
jelita vs jelata
me myself obviously not interted in jelita's case
ga jelas, ga banget, ga aja deh..
for jelata's case, yeah..i feel sorry for this country's law..
aneh yaaaaaa keluhan bukan dijadikan ajang perbaikan tapi malah diadukan.. *sigh*
gw juga ga tertarik dgn kasus Jelita, tp gw tertarik dgn "Jelita"-nya..hehehe..
Poskan Komentar